Aku memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Terganggu wanita muda yang di ruang sebelah yang kadang-kadang tanpa tujuan jelas bolak-balik ke ruang pijat.Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Bokepviral Hitam. Aku tahu di mana ruangannya. Dari atas: Turun. Kring..!“Mbak Wien, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Aku tahu di mana ruangannya. Hah..? Si Junior sudah mengeras. Ia menekan-nekan agak kuat.










