“Bett….” Panggilku pelan
“hhmmm….” Gumamnya sambil matanya tidak lepas dr layar laptop
“serius amat ngeliatnya Bett… tidak ada jawaban lagi dari Betty.“Liiifff….” Panggilku sambil memegak pundaknya dari belakang dan aku usap-usap pundak sampai lehernya, aku maju lagi duduknya sehingga hampir berhimpitan dengan dia, tapi tetap kujaga agar Penisku yang dah bangun tidak terkena badannya. Bokepviral nanti aku muncrat lho..”
“gak pa-pa mas, keluarin aja mas. Biasa…ada kerjaan” jawabku
“udah mau tutup ya mbak ?” tanyaku selanjutnya, krn kulihat beberapa pegawai yang lain
mulai memasukkan keranjang sepatu ke dalam toko. Setelah jalan beberapa langkah, aku baru sadar kalo belum meminta nomer hp Betty.Ahh…gobloknya aku. Silahkan aja dipakai. Pokoknya otongku harus merasakan hangatnya memek Betty malam ini, krn dah beberapa hari ini gak muntahkan isinya.




















