Hari itu Laras mengenakan baju tipis putih dengan celana hitam panjang. Sebenarnya aku juga merupakan perintis dari perusahaan itu, sebut saja CV. Bokep viral Emang nggak bosen gini-gini aja. Posisi ini sungguh sangat nikmat. Lagi ngapain?” tanyaku singkat.“Lagi nungguin Mas Iyan. Tentu ini tak sepengetahuan Laras. Eh ngomong-ngomong, sorry lho kamarku berantakan”
“Ah cowok mah, biasa,” sahut Laras dengan sedikit logat sunda. Wajahnya yang penuh keringat tetap manis dengan senyuman itu. Aku juga bersiap untuk memulai film panas siaran langsung tanpa penonton dan kamera. Juga seksi. Kini bibir kami kembali beradu. Ah, hangat rasanya.Laras berubah posisi. “Cari aja disitu, pilih sendiri. Menghadap ke bawah. Putih, mulus. Coba ah, penasaran”
Sementara Laras memasukkan keping VCD, aku memperhatikan pinggangnya yang sedikit terbuka ketika dia sedikit menungging.




















