Gimun berlari ke dangaunya. Bokep Gimun berjalan tenang dan aku membuntutinya dengan mataku dari kejauhan. Tini naik ke pangkuan Gimun yang bersandar id pohon besar yang ada cekungannya, hingga mereka seperti tersembunyi. AKu berjalan menegndap mendapatkannya. Aku jelas melihat Tini memeluk tengkuk Gimun. Dalam perjalanan aku sudah membayangkan bagaiman nikmatnya ngentot dengan Tini di sebuah tempat yang tersembunyi. Sayang aku tak sempat ngentot dengan Tini. Aku pun pamit minta diri. Sawah belum di tanami. Ibunya tersenyum.“Apa simbok tidak mau tambah anak lagi?” tanyaku. Aku pun terdiam.Saat aku meancing ikan di tepi sungai, aku mendengar suara dari arah belakangku. Aku menyeberangi sungai itu dengan harapan bis memancing di sebuah lubuk seperti apa yang selalu kulakukan setiap kali pulang ke kampung halaman. Tapi kenapa Gimun turun pula dari dangau dan mengendap-endap mendapatkan ibunya?




















