Baunya memang agak lain,tetapi mampu membuat seorang bujang menerawanghingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.Dik.., jangan dibuka lebar. Bokep viral katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Napasnyatersengal. Hah..? Apa yang akuharus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnyaapa? Aku duduk di tepi dipan. Ah segar. Benarkankesempatan itu lewat. Menantang dengan mata genit sambilmendekati pintu salon. Napasnyatersengal. Aku masihtermangu. Sebantar lagi MbakMona yang punya salon ini datang, biasanya jam seginidia datang.Aku langsung beresberes dan pulang. Sekarang hitung penumpang angkot dansupir. Kring..!Mbak Wien, telepon. Lama sekali iamemijati pangkal pahaku. Si Junior sudahmengeras. Tidak perludiantar. Aku duduk di tepi dipan. Tapi tidak apaapatoh tipuan ini membimbingku ke alam lain.Dulu aku paling anti masuk salon. katanya lagi seperti iri padaWien.Aku mengambil pakaianku.




















