Ia sadar, wanita itu cukup konsisten memegang prinsipnya. Ia tidak menganggap itu sebagai kerja yang hina lantaran menerima bayaran dari hasil desah dan keringat maksiat Arline. Bokep Belaian tangan lembut wanita itu pada dadanya sungguh membangkitkan gairah si sopir taksi, kelelakiannya terasa makin keras sehingga celana panjangnya terasa semakin sesak. “Gitu dong….oke ditunggu kabar baiknya, sampai nanti ya!” ia menuntup pembicaraan lalu melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi. Suasana terkesan kering dan kaku.Keduanya tak bercakap-cakap lagi hingga taksi Hamzah tiba di gerbang depan rumah yang dituju. Seiring dengan semakin kuatnya rintihan dan erangannya. Arline seperti orang yang sedang tak sadarkan diri. Arline agak tertegun, tapi tidak menolak. Tak lama kemudian Arline tertidur dengan senyum di bibirnya.




















