Huh? Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. Viral bokep Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. Dan itulah yang membuatku tertawa. Sudah kuduga. Meninggalkan…
“Ray,” Jay berseru di belakangku, “Ingat, sobat. Kunikmati setiap bagian kemaluanku yang mendesak masuk. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Ironis. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Chie memanfaatkan salah satu prinsipku, yaitu bahwa aku takkan berhubungan seksual terang-terangan dengan gadis yang masih perawan, sehingga ia mencoba membuatku percaya bahwa ia sudah tidak perawan lagi. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya.




















