“Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Bokep viral Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia.




















