Devi menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.si gendut semakin cepat memompa, membuat Devi mengerang dan merintih , entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada Devi. Devi tak bisa menahan lagi saat cairan hangat keluar dari vaginanya , membuat gerakan kontol si gendut makin lancar. Bokep si gendut masih semangat memompa masuk kontolnya, dan rasa sakit Devi perlahan berubah menjadi suatu kenikmatan. Dengan mata berkaca kaca dan terdiam karena frustasi , ia memandangi wajah jelek si gendut.mata si gendut terpejam menikmati sempitnya vagina Devi, ia menggeram bagai seekor babi, kadang air liur menetes dari mulutnya. si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”“enak aja kamu…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si




















