Dengusan udara hangat menerpa wajahku.Darah mudaku malah terasa meletup-letup, seakan aku tak kuasa menolak dan diam saja saat daguku diangkat, hembusan nafas hangatnya mulai menerpa wajahku, degup jantungku semakin kencang, membuatku tak berdaya saat bibirku merasakan hangatnya bibir Om Benny yang lembut dan tubuhku semakin menggigil saat hidungku mencium bau parfum yang dikenakan Om Benny. Bokep Tante Tina tidak akan lama di Surabaya, esok harinya sudah kembali ke Jakarta.Aku bangun agak siang hari itu, malas bangun karena sendirian di rumah. Badanku kembali bergetar dan mengejang, begitu juga dengan Om Benny. Aku merasa betah tinggal di rumah mereka, karena telah di anggap sebagai keluarga sendiri.Om Benny mempunyai sebuah rumah mungil dengan tiga buah kamar, Aku menempati kamar paling depan dan menghadap ke jalan, suasananya nikmat.




















