Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Shit! Viral bokep jendelanya jangan di buka lebar. Aq masih mematung. Ia menyentuhnya. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Benarkan kesempatan itu lewat. Aq menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Ciut. Ia cukup lama bermain-main di perut. Kaki kusandarkan di tembok yg membuat ia bebas berlama-lama membersihkan bagian belakang pahaku. Lalu ngomong apa? Aq tahu di mana ruangannya. Keras sekali. Kali ini dengan telapak tangan. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Bodoh amat. Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Sial. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri.










