Kulihat Iswani masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya. Bokep “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. “Memangnya kamu sudah kenal, Tok?”, tanyanya. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yang hanya dibalas dengan senyumannya. “Daripada nggak ada yang kupikir”, jawabku. Mengantisipasi cubitannya yang menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah raut muka sedihnya menjadi kemarahan. Terkejut oleh ucapannya yang panjang dan mengagetkan aku hanya mengucapkan “Terima kasih banyak, Mbak”.Kemudian Iswani meninggalkan penginapan sementara aku hanya dapat termenung.










