Ini berlangsung untuk beberapa saat lamanya hingga akhirnya dia dapat mengendalikan diri.“Aku rasa aku tak akan bisa memaafkan Bob,” akhirnya dia berkata.“Erina, apa kamu benar-benar ingin berpisah dengan Bob?” tanyaku. Aku hanya mengangkat bahu kembali.“Kakakmu dan anak-anak sedang berakhir pekan di rumah pantai dan kakek nenek mereka juga ikut di sana. Bokep Aku tahu itu sangat mengganggu Bob,” jelasnya sambil menggosok kedua lengannya, tapi kemudian ketenangannya sirna dan matanya berkilat marah, “Itu juga sangat menggangguku, tapi aku tidak lari dan tidur dengan salah satu saudaranya!”“Kamu benar,” jawabku, coba menenangkannya.“Tapi aku masih merasa kalau kita butuh waktu beberapa hari untuk berfikir sebelum membuat keputusan besar.”“Baiklah! Aku memang pantas mendapatkannya,” kata Vita, mengejutkanku, tapi kurasa Erina sudah mengira akan hal ini.“Nah kakakku yang jalang, kakak suka dengan kekerasan ya,” kata Erina dengan yakin sambil




















