‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Bokep Tomo masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. “..Tomo? Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Yayasan Bunda Tomoa, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu.




















