Aku minum sejenak, dan Tantri hanya diam saja memandangiku.“Kenapa Tan..?”, tanyaku.Dia memandangku dan berkata,“Maaf ya Chris sebenarnya aku tadi hanya memancingmu saja kok, aku nggak tahu kamu udah pernah main ama Pinkan atau belum, habisnya aku lihat tatapan mata Pinkan sama kamu kadang mesra sekali sih aku jadi curiga”“Gila, kupikir”, tapi aku hanya senyum saja mendengarnya.Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.45 aku harus bergegas untuk menyiapkan rapat. Bokep Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa.Dihisap dan dikulum. Aku baru bisa berdiri dan menuju ke kamar mandi saat Tantri beranjak dari duduknya untuk membuatkan aku minuman. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil milik Tantri yang menjorok keluar.




















