“Abang Hanif yach?”, aku balik tanya. Video bokep Ingin rasanya aku memarahinya tapi aku malah terkejut karena pria itu adalah teman dekatku dulu.“Betulkah ini Reyna?”, tanya. Aku bahagia dengan keluargaku yang kini usia perkimpoian kami meginjak tahun ke-5. Tak ada kata yang bisa kuucapkan, aku hanya terdiam lemas.Keesokan harinya aku balik ke kota M. Deru nafas kami mulai tak terarah, tangannya mulai menyelusuri tubuhku.“Bang…, bang…, jangan kita sudah menikah”, kataku lirih, tapi ia malah melumat bibirku sehingga aku tak kuasa. Disana aku menginap disalah satu Hotel di Orchard Road. Aku berdiri mengambil minumannya.“Bang, ini minuman kesukaan Abang”.“Oh…, Sayangku (ia dulu selalu memanggilku sayang) kamu masih ingat yach?”, tanpa setahuku ia memelukku dari belakang, jantungku berdetak cepat.“Bang…, bang lepaskan nanti minumannya tumpah, ia mengambil gelas yang aku pegang dan meminumnya sampai habis.“Haus apa suka”,




















