Bram melihat itu dan langsung menghardik.“Heh. Bokep Hitung-hitung balas budi sama kalian yang udah bantu aku selama ini.”“…Sebentar. Udah dipake berapa orang kamu hari ini, lonte?”Tia menggigit bibir, malu karena diledek Bram. Di depanku. Gimana. Aaa!! Seleramu payah amat, Mas,” maki Tia, walaupun dalam hati kecilnya dia senang juga dipuji seperti itu. Cuma dia tidak berani bilang.“Gak usah nyangkal,” desis Tia. Gih.”Bram lalu mundur dan melepas tangan Tia. Tangannya memegang tangan Tia. Bram terpikir untuk bersikap gentleman dengan langsung melepas Tia, meminta Tia menghapus semua rias wajahnya dan ganti baju biasa, lalu meminta maaf dan kembali bersikap mesra. Sambil merapat ke punggung Tia, Bram berbisik.“Becek amat di dalam sana, licin. Seleramu payah amat, Mas,” maki Tia, walaupun dalam hati kecilnya dia senang juga dipuji seperti itu.




















