Kulihat mulai ada gairah di matanya. Bokep Kasihan juga melihatnya begitu. Tapi saat itu aku malas beranjak keluar kantor dan iseng browsing di internet sambil minum capucino. Aku memasuki toilet wanita yg terletak di tempat paling ujung bagian direksi. Kumisnya tampak basah oleh cairan yang barasal dari dalam liang kewanitaanku. Pikiranku kembali terbayang pada kejadian paling menghebohkan yang kualami hari ini. “Tutup mulutmu dan turuti permintaanku ” Kataku dengan suara pelan dan halus. Dasar tuh anak kalo ada maunya bisa aja. “Lho besok jadi nggak ke nyari PC-nya ke ITC?” jawabnya Oh iya aku hampir lupa kalau besok aku janji mau menemaninya mengganti komputer. Pikiran itu agak mengurangi perasaan bersalahku setidaknya aku tidak mengeksploitasi ketidak- berdayaannya secara gratis..aku membayar dia dengan kenikmatan pula se-minim apapun kenikmatan itu.




















