Tidak hanya itu, dia mulai mendoktrinku tentang nikmatnya menjadi korban kanibal. Aku tidak menyangka nasibku malah berakhir di tempat seperti ini. Bokepviral Mereka membiarkan aku muntah-muntah mengeluarkan sisa air yang masih ada di tubuhku. “Kulit kamu putih, mulus dan bening banget Mita… saya kuliti ya besok? Tentu aja tidak ada! Tapi entah kenapa aku juga horni. Akupun kini selalu telanjang bulat. Tidak ada seorangpun yang bisa mendengarmu di sini…” ujarnya sambil mengarahkan pisau ke leherku. Anehnya aku malah tertawa geli menerima perlakuan mereka. Merekapun setuju. Aku tidak menyangka nasibku malah berakhir di tempat seperti ini. Aku sangat mengantuk. Senang banget melihatku menikmatinya.Pisau itu juga dimain-mainkan dekat vaginaku.




















