Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Bokep Ray, pemuja kasih dan seorang pecinta. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. “Hei! Aku tertawa kecil. Huh? “Chie.. Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. Setan, umpatku dalam hati. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Selamat ulang tahun..!” Jay memukul kepalaku dengan sisi organizernya. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan




















