Tak lama Surya segera kembali dan mulai mengobati lutut Nana.“Maaf ya, tante.. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Bokep Segera Nana merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Tantee.. Nanti kita bicara…” kata Nana.Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Nana.“Tidak ada, tante,” kata Surya.“Tadi tante mau tanya apa?” kata Surya penasaran.“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Nana tersenyum.“Kita habiskan dulu makannya. Naik sini,” kata Nana.Surya lalu menaiki tubuh Nana. Surya menjadi malu sendiri..“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Surya.“Iya, terima kasih,” kata Nana sambil tersenyum.“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Nana lagi sambil tetap tersenyum.Surya, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Nana. Hati Surya agak berdebar.. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Saya lancang,”




















