Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Bokep Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Angin menerobos dari jendela. Wajahku merah padam. Membuang napas. Dan kubuka celana pantai. Masih ada waktu bebas dua jam. Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Keberuntungankah? Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku. Langkahku semangat lagi. Lalu ngomong apa? Aku harus memulai. Tidak pasang wajah perangnya.“Kayak kemarinlah..,” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini?













