Kok gitu aja dianggap serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya sambil tersenyum bersahabat.Karena aku penasaran, aku langsung menyerempet–menyerempet agar terpepet.”Ka.., boleh enggak Ka, Aku coba masuk ke goa Hiro tersebut..? asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Video bokep Hebatkan Saya.”Setelah itu Utun pun mendesah seperti kesakitan, “Adu.. Kalo gitu kelomohi alat kelaminku hingga Aku merasakan enaknya seperti mereka..!”Setelah berusaha memanjat untuk melihat adgean secara langsung, aku dapat melihat dengan jelas. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke kelas seorang–seorang agar tidak ketahuan oleh guru kami.Hari itu tidak terasa lama sampai bel keluar sekolah berbunyi.




















