Vina sebenarnya adalah anak yg ramah dan mudah bergaul dengan siapapun, tapi kini ia jadi begitu tertutup dan terlihat menghindar dari teman temannya. Bokep Vina terjatuh ke lantai , ia berbalik memandangi cermin itu dengan perasaan yang campur aduk, sementara bayangan lelaki itu semakin lama semakin pudar dan menghilang. “huh..mungkin cuma perasaan gue aja kali ya….”
ia kembali duduk di ranjangnya dan melanjutkan apa yg tadi tertunda. “ada apa sayang…?,,kenapa…?” tanya ibunya Vina cemas
“ada orang di kamar Vina…ada..orang di….”
ibu Vina melihat ke sekeliling kamar,tak ada apa apa, hanya ruangan kosong dan jendela yg terbuka ( Vina heran, kapan dia buka jendela). Vina kemudian dibaringkan di sebuah altar dengan tangan dan kaki terikat membentuk huruf X, kesadarannya timbul , ia menjerit sekeras kerasnya, namun tentu saja percuma.




















