Gagang telephone aku jepit di antara pundak dan kepalaku.Satu tanganku yang bebas kini mencengkram seprai, seakan mencegah tubuhku melambung ke langit-langit. Bokep Suara-suara gairah memenuhi kamar mandi. Semua orang di kantor ini bisa membedakan bagaimana gayanya kalau menerima telephone dari rumahnya.“Gua, cabut dulu yaa..”, katanya lagi ketika ia selesai bicara di HP-nya.“OK, see you next morning, take care..”, jawabku singkat.Ketika si manajer itu keluar dan menutup pintu kamar kerjaku, aku kembali tercenung mengingat semua ceritanya. Makasih yaa.. Nia pengiinn.. Setiap kali gerakan itu sampai ke ujung yang membengkak-membola itu, aku merasakan tubuhku seperti disedot ke dalam pusaran air birahi. Tetapi tubuh Tania seperti dibakar api, dan ia terkejut sendiri ketika tak sengaja tangannya menyentuh selangkangannya.




















