Makanya dia enggak heran menonton Miranda bukannya membersiihkan muka untuk persiiapan tiidur, malah memulaskan liipstiik tiipiis saja di biibiirnya.“Pastii kamu mau ditraktiir perempuan di sana… IIya kan?” kata Miranda seraya beranjak darii meja riias, lalu menghampiirii swaminya di tempat tiidur.Putra tersenyum menonton isterinya, perempuan cantiik yg malam tersebut berdaster kuniing, beriias wajah tiipiis, dan berbau wangii. Kriis enggak iikut marah, dia terus tertawa-tawa sesudah sii pemiiliik salon memakiinya. Bokep Dia sudah biiasa ngurus semuanya. Dia datang darii baliik piintu sampiing ruang praktiik Dr. Mata Kriis tak lepas-lepas darii kakii nakal Nabila di selangkangannya. Giimana Putra, kamu biisa kan?” Putra tersenyum.“Biisa,” jawabnya pendek.“Kapan, Pak Enriico?”“Dua harii lagii saya pulang ke sana. Mang Sutub terliihat senang mendengar semua petualangan Miranda, apalagii sewaktu dia tahu pengaruhnya sudah membuat Miranda jadi lebiih beranii dan menggoda.“Tetapi Mang,”




















