Kaki disandarkan di dinding. Atau mau gunting? Bokepviral Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi. Lalu pijitan turun ke bawah. Ya tidak apa-apa, hitung-hitung olahraga. Suara itu lagi. Begini saja daripada repot-repot. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Tapi masih terhalang kain celana. Ah bodoh. Lalu dikocok-kocok sebentar. Sial. Mendadak jari tanganku dingin semua. Tidak perlu diantar. Ia tersenyum ramah. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Kerjaan hari ini sudah kugarap semalam. Ke bawah lagi: Tidak. Aku masih mematung. Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku.




















