“Mampir ke Sultan Plaza.., ya Mas..”. Roknya selalu model mini dan cara duduknya sembarangan. Bokep “Belum ada.., ayo sebentar aja”. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku. Betul juga. “Sampai di mana nih?”, tanyanya terengah. Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Sari memang pintar berimprovisasi. “Hee.., stop.., stop Mas..”, serunya. Toh tidak akan kelihatan. Macam-macam alasannya. “Hee.., stop.., stop Mas..”, serunya. Paling-paling ia hanya menepis tanganku sambil matanya jelalatan khawatir ada orang yang melihatnya. Okelah, nanti cari akal mencuri waktu. Berbahaya sebenarnya.




















